Observer semua pasti sudah pernah dengar istilah Jastip (jasa titip). Bukan cuma dengar, malah mungkin pernah menggunakan jasa mereka atau malah mungkin ada juga Observer yang punya bisnis Jastip?

Jastip adalah bisnis yang mengandalkan biaya tambahan dari setiap barang yang dijual kepada konsumennya. Para pelaku jastip biasanya menggunakan media sosial seperti Instagram sebagai media untuk menawarkan jasanya. Berbagai macam produk ditawarkan kepada konsumennya, mulai dari produk dari luar negeri sampai dalam negeri. Dulu, bisnis jasa titip ini biasanya identik dengan barang-barang impor dari luar negeri, seperti sepatu, tas, kosmetik, baju. Tapi sekarang bisnis jastip ini tak selalu menjual barang-barang impor, banyak pelaku bisnis ini yang membuka jasa titip dari dalam negeri. Konsumennya kebanyakan mereka yang tinggal di daerah yang agak jauh dari kota besar, sehingga akses untuk membeli barang-barang agak sulit mereka dapatkan.

Salah satu istri teman saya, kebetulan domisilinya di salah satu kota besar di Pulau Sumatera. Karena suaminya punya usaha di Jakarta mereka cukup sering bolak balik ke Jakarta. Awalnya karena banyak waktu luang, dia menawarkan ke teman-temannya barang barang branded yang banyak ditemukan di mal-mal Jakarta. Ternyata animonya sangat luar biasa. Banyak teman-temannya yang minta dibelikan barang, mulai barang fashion, aksesoris, barang bayi sampai vitamin dan obat-obatan. Makin lama jumlah kliennya makin banyak dan tersebar ke segala penjuru Pulau Sumatera.

Dia juga melihat peluang lain, ketika ada pameran besar seperti Big Bad Wolf di ICE BSD, dia langsung membuka jastip buku-buku yang dipamerkan. Keuntungan yang diraih cukup lumayan. Hanya saja dia masih belum bisa berbelanja dalam jumlah yang banyak karena belum ada tempat penyimpanan di Jakarta.

MarketMelihat peluang yang cukup menjanjikan ini, ia pun mulai berhitung. Rasanya kalau ia punya tempat untuk istirahat sekaligus untuk menyimpan barang, usahanya ini akan berjalan lebih efektif. Kalau untuk lokasi, dia sudah yakin akan memilih BSD City. Salah satu alasannya adalah kalau ada pameran lagi di ICE BSD City, dia bisa dengan mudah bolak balik untuk beli titipan barang. Apalagi kalau pameran seperti Big Bad Wolf yang buka 24 jam. Kemudian di BSD City juga ada mal-mal dimana dia bisa membeli barang-barang titipan dengan mudah. Kalaupun harus ke Jakarta, akses dari dan ke BSD City juga sangat mudah via tol.

Mulailah ia mengajak saya untuk hunting rumah kontrakan. Tapi saya coba memberi pandangan lain, daripada kontrak, mending langsung beli property saja. Kalau pun nanti ada sesuatu hal yang terjadi, apakah dia bosan bisnis dan mengakhiri usahanya, propertynya bisa disewakan atau dijual kembali. Keuntungan lokasi di BSD City adalah tidak akan pernah kesulitan untuk mencari penyewa atau pembeli property.

Dia masih ragu, karena takut budget nya tidak mencukupi, apalagi harga rumah di BSD City memang lumayan tinggi. Langsung saja saya ajak dia untuk melihat Asatti Chalcedony, yang ada di Vanya Park BSD City. Saya pikir unit apartemen sudah cukup untuk dia, karena fungsinya hanya sebagai tempat singgah dan tempat penyimpanan. Lokasi Asatti yang terletak di Vanya Park ini akan sangat menguntungkan, karena ia memiliki akses langsung ke ICE BSD. Apalagi di ruko di depan Asatti, sudah ada beberapa jasa ekspedisi yang membuka kantornya disana.

Begitu melihat Asatti Chalcedony, teman saya langsung jatuh cinta seketika. Sebenarnya ia jatuh cinta dengan swimming pool panjang yang ada di depan kompleks apartemennya. Kemudian ia juga merasa nyaman karena Asatti Chalcedony ini hanya terdiri dari 4 lantai. Dan ada lift yang melayani setiap tower nya. Cocok untuk para jastiper yang selalu mondar mandir membawa banyak barang-barang belanjaan.

Dengan harga mulai dari 680 jutaan, rasanya untuk DP dan cicilannya juga masih bisa diusahakan dari usaha jastipnya ini. Hitung-hitung menabung dan investasi juga. Dan Asatti Chalcedony ini sudah siap dihuni dan fully furnished, sehingga dia bisa langsung masuk tanpa harus banyak menambah perabotan. Ia pun langsung bisa masuk, dan fokus untuk mempersiapkan usaha Jastipnya menghadapi musim lebaran di tahun 2020 ini.